ENERGY ALTERNATIF DAN RAMAH LINGKUNGAN

Bahan bakar atau energy merupakan kebutuhansalah satu dasar dari kehidupan, tanpa bahan bakar baik itu minyak, gas, kayu dasumber – sumber lain yang menghasilkan energy kita tidak bisa menjalankan roda kehidupan, selama ini untuk kebutuhan bahan bakar dimasyarakat luas mengandalkan bahan bakar fosil atau dikenal dengan bahan bakar minyak, batu bara dan gas, yang mana sumber bahan bakar tersebut jumlahnya semakin berkurang seiring dengan pesatnya pertumbuhan manusia yang mana secara otomatis akan meningkat pula kebutuhan bahan bakar, karena jumlah kendaraan bermotor baik mobil, kereta, sepeda motor dan sarana transportasi darat lainnya berkembang hampir tidak terkendali menyebabkan semakin besar pula kebutuhan bahan bakar minyak atau BBM, yang akhirnya kata BBM semakin populer dengan segala permasalahannya, demonstrsi oleh mahasiswa besar – besaran dan sampai korban jiwa atau luka – lukapun tetap dilakukkan untuk menekan harga BBM bisa dijangkau oleh masyarakat, Negarapun mempersiapkan APBNnya lebih dari 50% untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak, terlepas siapa sebenarnya yang menikmati subsidi BBM apakah yang punya mobil lebih dari 1, perusahaan – perusahaan besar atau bahkan perusahaan multinasional yang jelas intinya masyarakat menginginkan harga BBM semurah mungkin padahal untuk menentukan harga pemerintah harus mengeluarkan subsidi sampai ratusan trilyun yang notabene merupakan uang rakyat juga, jadi semakin rumitlah persoalan untuk memenuhi kebutuhan energi, ditambah lagi dengan banyaknya persoalan dan kepentingan yang mewarnai yang tidak mungkin cukup ruang tulisan ini untuk mengurainya.

Dibalik hiruk pikuknya dan carut marutnya persoalan pengadaan sumber energi tanpa disadari banyak sekali sumber – sumber energi disekitar kita yang belum dimaximalkan pemanfaatannya, memang diberbagai lembaga perguruan tinggi yang telah banyak melahirkan ide dan temuan – temuan sumber energi namun semua baru diatas kertas karena saya sendiri kurang paham apa karena kurangnya perhatian dari pemerintah atau kemalasan kita untuk menemukan sumber – sumber energi dari lingkungan disekitar kita, hanya kenyataannya sampai hari ini kurang lebih 6 tahun  setelah lembaga yang dirikan pemerintah melalu Inpres atau undang – undang entah apapun namanya saya pernah mendengar adanya lembaga kalau tidak salah bernama Badan Pengembangan Bahan Bakar Nabati yang kalau tidak salah juga diresmikan pada tahun 2006, yang mana sejak isyu tersebut banyak proyek yang dikeluarkan, banyak seminar diselenggarakn dan banyak pula penelitian yang diselenggarakan, pada waktu itu rame – rame pada cerita soal jarak pagar dan singkong yang pada akhirnya banyak pula teman – teman yang sekedar tahu mencoba mencari keberuntungan tanpa dipelajari teori dan tekhnisnya menginvestasikan modalnya yang tidak seberapa untuk meraih keuntungan dari adanya isyu Pengembangan Bahan Bakar Nabati ( BBN ), yang lama – lama kurang dari 3 tahun satu persatu runtuh dan bergurguran menjadi investasi yang mangkrak,

nah………  melalui tulisan yang sederhana ini saya mencoba untuk mengingatkan kembali pentingnya kita mengembangkan bahan bakar nabati atau bahan bakar ramah lingkungan sebagai sumber energi untuk kehidupan, saya menuliskan ini karena mendapatkan motifasi untuk bangkit kembali menggugah semangat teman – teman yang sudah seperti kehilangan semangat terutama yang malang melintang baru dapat malangnya dan yang ngurusi tetek bengek baru dapat bengeknya mari kita bangkit lagi dan semoga komitmen saya untuk konsen yang pada akhirnya dapat merekayasa beberapa tekhnologi yang akan digunakan untuk mencari energi energi alternatif yang ramah lingkungan

beberapa sumber energi yang telah saya dan teman – teman kembangkan adalah

BIO ETHANOL

Kata bio ethanol sudah tidak asing lagi dimasyarakat, cuma sayangnya belum ada yang bener – benar sukses masuk kedalam bisnis ini, banyak yang telah berinvestasi baik puluhan, ratusan juta rupaiah bahkan sampai milyaran namun hampir semua mengalami kebuntuan dan menjadi investasi mangkrak,

setelah melakukan uji coba dan bongkar pasang, mencoba dan selalu mencoba fasilitas destilasi bio ethanol selama 5 tahun lebih, akhirnya saya dapat mengeset fasilitas destilasi yang murah dan mudah pengopersionalannya dengan harapan tekhnologi ini bisa digunakan masyarakat luas dan pada akhirnya akan mengurangi ketergantungan bahan bakar minyak yang selama ini masih mengebor dari perut bumi atau bahan bakar fosil yang jumlahnya makin lama makin menipis

bersama Mr. Willey Smits tokoh inovator pengembangan bakar bakar ramah lingkungan

 

 

 

 

 

 

 

 

ini dia bahan bakar dari kebun

 

 

 

 

 

 

 

ini bahan bakar dari kebu ( Bio Ethanol )

Bio ethanol dapat dibuat dari bahan – bahan hasil pertanian Singkong, sorgum dan Nira Aren dan dapat dibuat dari limbah pabrik gula yaitu molasses ini yang sedang kami gencarkan karen kalau unitmesin kecil ini ada ditengah desa saya yakin tidak ada lagi kesulitan membeli bahan bakar fosil yang harus kekota dan sekarang makin mahal harganya dan langka barangnya
( soal cara membuatnya akan saya posting tersendiri )

BIO GAS

Bio Gas sebagai pengganti Elpiji yang sudah berhasil menggantikan minyak tanah untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar rumah tangga atau dapur masyarakat luas juga sudah mulai muncul masalah karena kekurangan pasokan padahal programnya baru berjalan 3 tahun, apa yang akan terjadi 15 tahun atau 20 tahu kedepan apa masih yakin suplaynya masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan siapa yang berani jamin, dari pada pusing siapa yang jamin apa salahnya kalau kita antisipasi dari sekarang untuk mencari atau membuat elpiji dengan memanfaatkan limbah ternak itung – itung ngurangi ongkos transportasi elpiji dari kota kepedalaman berikut ini gambaran tentang bio gas semoga menjadi inspirasi untuk membuat sendiri kalau kurang paham bisa bertanya hehehehe……

 

Gambar diatas adallah bentuk instalasi bio gas dan digester bio gas yang sudah siap digunakan, bicara soal bio gas sebetulnya bicara banyak hal yang berkaitan dari mulai peternakan sapi atau kerbau, pertanian organi dan kebutuhan dapur yang terjawab sekaligus, kita dapat bayangkan kalau disetiap pedesaan bisa menyatukan3 hal tersebut sungguh luar biasa masyarakat pedesaan tidak lagi bingung soal distribusi tabung gas elpiji yang kadang telat dan harganya juga buat berdebar – debar, beritanya kadang mau naik tapi masih bingung dan membuat resah masyarakat dipedesaan yang pendapatnya minim, akan tetapi dengan mengembangkan bio gas akan menjawab masalah energi untuk dapur, kebutuhan pupuk untuk pertanian dan meningkatkan nilai gizi karena ketersediaan daging dari ternak sapi atau kerbau, sungguh indah dan mengurangi ketergantungan apabila Bio Ethanol dan Bio gas dapat dikembangkan dimasyarakat pedesaan akan banyak mengurangi subsidi baik dari pupuk atau energi yang pada akhirnya akan menjadi DESA MANDIRI ENERGI DAN PUPUK berapa subsidi pemerintah yang akan dihemat, atau apabila subsidinya digunakan untuk merealisasikan program DESA MANDIRI ENERGI mungkin kedepan akan semakin ringan beban APBN negeri kita sehingga dapat digunakan untuk pembangunsektor lain untuk mendukung arah kesejahteraan masyarakat

( untuk tekhnis pembuatan digester bio gas akan saya posting lain waktu )

 

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HYDRO

Kebutuhan listrik untuk penerangan juga salah satu energi yang belum maximal dirasakan khususnya bagi masyarakat dipedesaan yang jauh terpelosok, walaupun PLN berupaya untuk mensuplay listriknya kepelosok desa namun masih banyak permasalahannya adanya jaringan yang dicuri oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab dan hanya memikirkan nafsu sesaat dan masalah distribusi ketika iklim extrime muncul seperti musim penghujan lebih parah kalau disertai angin efeknya listri jadi byar pet atau makin sering mati, ditambah lagi kapasitas produksi PLN yang makin kekurangan karena jumlah kebutuhan tanpa diiringi dengan jumlahnya pembangkit walaupun sudah berupaya mati – matian akan tetapi tatkala debit air mengecil dimusim kemarau diakui atau tidak produksi jadi berkurang yang akhirnya ada jadwal pemadaman alias gantian, padahal disis lain banyak sekali dipedesaan terdapat sumber air yang walaupun kecil tersebar terutama dipedesaan lereng – lereng pegunungan sungguh ironis melihatnya disatu sisi kekurangan tapi banyak hal disekitar kita kurang diperhatikan, berikut ini contoh gambar pembangkit listri tenaga mikro hydro yang sudah terpasang walaupun kecil tapi dikelola profesional

 

 

 

( untuk tekhnis mikro hydro akan saya posting suatu saat nanti )

demikian sekelumit tulisan ini semoga bisa menjadi inspirasi kita bersama bahwa sebetulnya banyak hal yang ada disekitar kita yang belum dimanfaatkan secara maximal hanya karena kita berdalih tidak ada modal dan tidak ada perhatian dari pemerintah, karena saya yakin kalau kita berani mencoba dan mencoba sesuatu yang sulit akan ketemu juga jalan keluarnya kalau kita komitmen dan konsisten, terima kasih saya ucapkan kepada Mr. willei Smits dan Mr. Job Feitz yang telah memberikan saya motifasi semoga apa yang menjadi mimpi kita bersama terwujud yaitu mimpi DESA MANDIRI DAN SEJAHTERA sekian

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s